Pages

Jumat, 06 Juli 2012

Jajak Pendapat

Krisis Kapitalisme/Imperialisme semakin memperparah penindasan terhadap rakyat. KELAS BURUH semakin diperas kapitalis terutama dengan politik upah murah melalui Labor Market Flexibility (Fleksibilitas Pasar Buruh). Ini menyebabkan sistem kerja kontrak dan outsourcing merajalela. Buruh bisa dibayar semurah-murahnya dan bisa dipecat sewaktu-waktu.
KAUM TANI juga semakin ditindas. Perampasan tanah dan penembakan terhadap kaum tani terjadi dimana-mana. Sebab di bawah krisis kapitalisme/imperialisme, kalangan feodalisme/tuan tanah semakin menggencarkan penindasannya. Baik tuan tanah tradisional maupun tuan tanah modern berupa perusahaan-perusahaan perkebunan.
Sedangkan PEMUDA-MAHASISWA juga kian disudutkan oleh praktek komersialisasi pendidikan dimana pendidikan semakin mahal namun semakin tidak bermutu. Komersialisasi pendidikan yang disebabkan perjanjian asing menyebabkan pendidikan berwatak 1) Nalar anti nalar, 2) Diskriminatif, dan 3) Anti-rakyat.
Tidak hanya terhadap Kelas buruh, kaum tani, dan pemuda-mahasiswa, penindasan juga makin gencar dirasakan KAUM MISKIN KOTA. Penggusuran terhadap pedagang pasar dan pedagang kaki lima marak dimana-mana. Sedangkan pedagang warung dan toko kelontong semakin bangkrut karena minimarket yang merambah kota hingga desa.
Sudah semakin tampak musuh-musuh rakyat saat ini.
1. IMPERIALISME sebagai tahapan tertinggi KAPITALISME yang mewujudkan penjajahan terhadap Indonesia melalui penguasaan aset-aset kita, jeratan hutang, dan penghisapan modal asing.
2. KAPITALISME-BIROKRASI&BORJUASI KOMPRADOR Persekutuan antara kapitalis yang menumpuk keuntungan melalui penguasaannya terhadap birokrasi di semua tingkat pemerintahan dengan kalangan kapitalis yang berkolaborasi dengan imperialisme untuk menghisap rakyat.
3. FEODALISME - Kalangan tuan tanah baik tuan tanah tradisional maupun tuan tanah baru dalam bentuk perusahaan perkebunan pemonopoli tanah yang menindas kaum tani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar